International W2W4: Inggris, Italia menghadapi degradasi; Brasil, Argentina bertemu lagi

Sepak bola club ambil istirahat lainnya waktu mata dunia berubah ke laga internasional. Diantara highlights ialah sepasang tes tandang yang susah untuk Inggris serta pembaharuan pertarungan seru dalam tempat yang mustahil. Saksikan UEFA Nations League di AS di ESPN +. Inggris memerlukan point dari tes jalan Benturan Jumat pada Kroasia serta Inggris tidak cuma mengenai mengakhiri score dari semi final Piala Dunia Juli, yang manakah Kroasia menang 2-1 sesudah waktu perpanjangan. Ada point UEFA Nations League yang akan dimenangkan, serta sesudah kapitulasi tuan-rumah 6-0 di Spanyol bulan lantas, optimisme meluas jika mereka dapat memperoleh kampanye mereka serta berjalan tiada buka luka lama.

Baca Juga : Memecahkan rekor Jorginho yang mengalahkan lini tengah Chelsea yang hancur

Beberapa orang Gareth Southgate mempunyai fakta menjadi ceria, walau kekalahan mereka sendiri kecil untuk peluang juara group Spanyol, tapi pertemuan dengan Kroasia bulan ini serta selanjutnya – dengan perjalanan ke Sevilla diantara – mirip playoff menantang degradasi untuk Inggris. Untuk mengawasi supaya momen semangat mereka masih hidup, terpenting buat mereka untuk mulai memperoleh hasil positif dalam laga bersaing. Minimnya suport tuan-rumah di Rijeka – sangsi UEFA bermakna permainan akan dimainkan di belakang pintu tertutup – dapat bermain ke tangan Inggris serta juga bakal membuat perasaan menakutkan.

Baca Juga : Chelsea tidak pada tingkat yang sama dengan Liverpool, kata Maurizio Sarri

Akan tetapi, bahkan juga bila suasananya tidaklah terlalu panas, itu bisa menjadi baptisan api buat beberapa orang seperti Jadon Sancho, Mason Mount serta James Maddison. Inklusi mereka menandai babak selanjutnya dalam evolusi tim Southgate serta merekomendasikan kreatifitas serta ekspresi yang tinggi pada rincian point perbaikannya. Ada perhatian spesial pada apakah yang Sancho 18 tahun, yang mempunyai delapan assist untuk namanya untuk Borussia Dortmund musim ini, mungkin meningkatkan kecepatan serta talenta di pembuangan negaranya. Laga lagi cepat untuk Prancis, Jerman; Kebimbangan Belanda Hasil imbang tiada gol bulan lantas pada juara dunia waktu lantas serta saat ini di Munich bukan betul-betul satu thriller, walau itu sekurang-kurangnya hentikan membusuk buat Jerman yang tengah sakit.

Baca Juga : Keadilan Ref untuk Bohs sebagai hukuman akhir memberikan penangguhan hukuman Cork

Di hari Sabtu, Joachim Low & Co. mempunyai peluang untuk terasa lebih baik mengenai diri mereka sendiri di Belanda yang tengah berusaha, menaklukkan 2-1 di Prancis pada laga paling akhir, tapi Paris tiga hari lalu bisa menjadi ujian definitif untuk Die Mannschaft. Rendah mengaku belakangan ini jika pihaknya “hilang gairah” di Rusia, serta ada pertanda positif pada bulan September, saat mereka akan menaklukkan Perancis, Aphonse Areola belumlah berbentuk puncak. Akan tetapi, degradasi ke Liga B akan tidak jadi penampilan yang baik untuk Jerman, serta sekurang-kurangnya satu kemenangan dibutuhkan dari dua laga ini untuk kurangi peluang itu. Hal sama laku untuk pihak Belanda Ronald Koeman, yang terlihat lebih rendah pada kualitas serta kedalaman dibanding setiap waktu dalam ingatan belakangan ini. Manajer Belanda yakin jika beberapa pemainnya, yang frustrasi oleh kekalahan telat di Paris, “ada di jalan yang benar,” tapi nampaknya begitu susah untuk yakin jika grup ini bisa melawan untuk pimpin group. Tinggal di dalamnya akan mewakili perolehan yang cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *